Sunni atau syi’ah

Sampingan

Setelah Peristiwa Karbala, kekejaman rezim Yazid bin Muawiyah berlanjut. Penduduk Madinah dan Makkah yang menuntut balas atas kematian Hussein ditumpas dengan cara keji.
Kota Madinah dikepung, lalu penduduk lelakinya dibantai-nya, wanitanya diperkosa yang dikenal dengan Peristiwa al-Harrah. Kebrutalan dan kebiadaban “Syiah” Muawiyah hampir serupa orang Mongol. Di Hadapan kubur Nabi, mereka menyembelih dan memperkosa.
Di Mekkah pun demikian, Kota Mekkah dikepung. Bahkan Baitullah Kakbah pun sempat runtuh. Jadi pasca peristiwa Karbala, Umat Islam pecah menjadi tiga golongan. Syiah Ali, Syiah Muawiyah dan Golongan Ketiga.
Orang-orang Mekkah dan Madinah berusaha mencari selamat dengan mengungsi, ada yang ke Yaman dan ada pula yang menyebrangi lautan lalu terdampar di Kalimantan. Dan sampai sekarang anak-cucunya menjadi Raja di Brunei Darussalam termasuk
Tiga golongan itu, Syiah Ali disebut kemudian cuma Syiah, Syiah Muawiyah kemudian mengklaim dirinya Sunni dan golongan ketiga adalah kaum Tasawuf.
Kaum Tasawuf ini sebenarnya tidak peduli dengan kondisi perebutan kekuasaan, mereka cuma ingin beribadah saja.
“Faham Tasawuf” ini sama sesatnya menurut manhaj Wahabi (yang mengklaim dirinya Sunni 1000%) sebagaimana paham Syiah itu sendiri.
Siapa dan apa sih Tasawuf itu? wah panjang lebar bila dijelaskan, sedang saya ingin membahas tentang “unik”-nya Islam di Indonesia. Dibilang Sunni enggak, dikata Syiah iya.Termasuk kedudukan Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang sedikit diistimewakan disini.
Islam yang masuk ke Indonesia ini dibawa oleh golongan Tasawuf. Golongan ini menempatkan Sayyidina Ali pada kedudukan khusus karena menurut mereka, yang namanya ilmu agama harus musalsal (terhubung ke Nabi) dan ada beberapa perkara Agama ini yang memang hanya diketahui oleh ahlil bait, terutama Ali.
Sebagaimana sabda Nabi, bahwa untuk memasuki Kota Ilmu bernama Muhammad, harus melalui Ali bin Abi Thalib sebagai pintunya.
Maka tidak Heran bila kemudian di Indonesia para Habib, keturunan Nabi Muhammad dan keturunan Ali bin Abi Thalib mendapatkan tempat khusus dan dihormati di Indonesia dalam posisinya sebagai imam Thoriqoh tentunya. Bukan bintang pilem.
Wah jadi Islam di Indonesia Syiah dong? 100% bukan, tapi Islam Tasawuf. Walau memang ada beberapa ajaran Syiah yang diamalkan di Indonesia. Seperti,
1. Membaca pujian antara Adzan dan Iqomah.
2. Takbir keliling di malam idul fitri dan idul adha.
3. Sholat malam 10 Muharram
4. Peringatan pada Orang mati dimalam ke 40, ke 100 dan ke 1000 ini pun juga ajaran Syiah, bukan adopsi dari ajaran Hindu.
5. Peringatan Haul, 1 tahun kematian. Ini pun adopsi dari peringatan 1 tahun kematian Hussein di Karbala.
Dalam hemat saya, Islam Tasawuf itu jalan tengah antara Syiah (Syiah Ali) dan Sunni (Syiah Muawiyah), dan tetap pada koridor Ahlus Sunnah wal Jama’ah. cmiiw
Karena faham tasawuf tadi, tidak heran bila kemudian sosok Ibnu Athaillah dan Syekh Abdul Qadir al-Jilani sangat dihormati di Indonesia. Serta Thoriqoh-Thoriqoh Zikir tumbuh subur di bumi Nusantara ini. Baik yang dimursidi oleh para Habib maupun Kyai asli Indonesia.
Salam Damai, di Dunia dan Bahagia di Surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s