Tidak Boleh Bersumpah Demi Shalat atau Demi Tanggungjawab

Sampingan

Sumpah hanya boleh dilakukan atas nama Allah semata. Tidak boleh bersumpah misalnya: “Demi tanggungjawabku, demi tanggungjawab si Fulan, demi hidupku atau demi shalatku.” Juga tidak boleh menyuruh orang bersumpah demikian. Misalnya: “Ayo sumpah, demi tanggungjawabku, demi shalatkuatau demi zakatku. Karena shalat itu adalah perbuatan seorang hamba, demikian juga zakat. Perbuatan hamba tidak bisa dijadikan sebagai alat bersumpah. Sumpah hanya boleh atas nama Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, atau demi sifat-sifat-Nya. Dasarnya adalah sabdaNabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:”Barangsiapa yang bersumpah, hendaknya ia bersumpah atas nama Allah, atau diam saja.”Hadits tersebut disepakati keshahihannya.Demikian juga dengan sabda Nabi: “Barangsiapa yang bersumpah demi selain Allah, maka ia telah berbuat syirik.”Dikeluarkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahih, dari Umar binAl-Khattab. Dikeluarkan juga oleh At-Tirmidzi dan Abu Dawud dengan sanad yang shahih dari Ibnu UmarRadhiallahu ‘anhuma, dari NabiShallallahu ‘alaihi wa sallambahwabeliau bersabda. Bunyinya: “Barangsiapa yang bersumpah demi selain Allah, berarti ia telah kafir, atau musyrik..” RasulullahShallallahu ‘alaihi wa sallamjuga bersabda: “Barangsiapa yang bersumpah demi amanah, berartiia bukan golongan kita.” Maka setiap mukmin dan mukminah wajib mewaspadai semua itu. Jangan ia bersumpah kecuali demi Allah semata. Misalnya:”Demi Allah, aku tidak pernah melakukan demikian, demi Allah aku telah melakukannya.” Itupun bilamana diperlukan. Yang diajarkan oleh syariat adalah menjaga sumpah, dan hanya bersumpah bila diperlukan. Firman Allah:”Dan peliharalah sumpah-sumpah kamu sekalian..”(Q.S Al-Mai-dah 89)Apabila memang diperlukan, kemudian seseorang bersumpah:”Demi Allah, aku tidak pernah berbuat demikian,” atau: “Demi Allah, aku tidak pernah menemui si Fulan, dan sejenisnya, bila ia jujur, maka boleh-boleh saja. Karena yang demikian termasuk bersumpah atas nama Allah Subhahanahu wa Ta’ala pada saat diperlukan. Adapun bersumpah demi amanah, atau demi Nabi, demi ka’bah, demi hidupnya si Fulan, demi kehormatan si Fulan, demi shalatku atau tanggungjawabku,semuanya tidak boleh, berdasarkan hadits-hadits di atas. Tetapi kalau sekedar mengatakan: “Ini dalam tanggungjawabku,” yakni bahwaamanah ini dalam tanggungjawab saya, itu bukanlah sumpah. Tetapi kalau ucapannya: “Demi tanggungjawabku, demi shalatku,demi zakatku, demi kehidupan ayahku,” itu dilarang, karena termasuk bersumpah atas nama selain Allah. Kita memohon petunjuk untuk kita semua. Amien.Kitab Majmu’ Al-Fatawa wal Maqalat Al-Mutanawwi’ah oleh Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz -Rahimahullah- IX : 345

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s